Sunday, March 10, 2019

Kumpulan Background Warna Merah

Kumpulan Background Warna Merah










Dinamika pelaksanaan undang-undang dasar 1945

 

MAKALAH KELOMPOK

PANCASILA

Dinamika pelaksanaan undang-undang dasar 1945

(Sebagai salah satu tugas untuk memenuhi syarat untuk menyelesaikan studi pancasila)

 

 

Disusun oleh :

NO
NAMA
NPM
TARAF
1


1.
2


2.
3


3.
4


4.
5


5.

 

Prodi : Ekonomi islam

Kelas : B

Semester    : I (satu)

 

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI JURAI SIWO METRO

PRODI EKONOMI SYARIAH

TAHUN 2011

 

 

KATA PENGANTAR
 

Puju syukur kehadirat Allah SWT, penyusun dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini. Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas matakuliah Pancasila, yang diampu oleh Ibu Susi yulianti,MH
Dalam penyusunan makalah ini, tidak sedikit hambatan yang penyusun hadapi, namun dengan semangat dan dibantu oleh rekan-rekan akhirnya penyusunan makalah ini dapat terselesaikan juga. Tak lupa juga pada kesempatan yang baik ini penyusun ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dan ikut berpartisipasi dalam pembuatan makalah ini baik berupa moral, material, maupun spiritual.
Demi kesempurnaan makalah ini penyusun menerima kritik dan saran yang membangun, supaya makalah ini jadi yang lebih baik lagi.Semoga makalah ini bermanfaat bagi penyusun khususnya dan dapat memberikan manfaat bagi pembaca umumnya.


    Metro,  September 2011



                Penyusun

 

 

 

i

DAFTAR ISI

 

DINAMIKA PELAKSANAAN  UUD 1945

KATA PENGANTAR…………………………………………………………………...i

DAFTAR PUSTAKA ……………………………………………………………………ii

BAB I  PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang ……………………………………………………………...1

  1.2  Batasan Masalah …………………………………………………………….1

1.3  Tujuan Penulisan …………………………………………………………....1

BAB II PEMBAHASAN

2.1  Memahami dinamika pelaksanaan UUD 1945 …………………………….2

2.2  



 

 

 

 

 

 

 

ii

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang

Dalam perkembangan dunia dan ilmu pengetahuan dan teknologi memasuki abad 21, hukum di Indonesia mengalami perubahan yang mendasar, hal ini adanya perubahan   terhadap  Undang-Undang Dasar 1945, perubahan  (amandemen) dimaksud sampai empat kali, yang dimulai pada tanggal 19 Oktober 1999 mengamandemen 2 pasal, amandemen kedua pada tanggal 18 Agustus 2000 sejumlah 10 pasal, sedangkan amandemen ketiga pada tanggal 10 November 2001 sejumlah 10 pasal, dan amandemen keempat pada tanggal 10 Agustus 2002 sejumlah 10 pasal serta 3 pasal Aturan Peralihan dan Aturan Tambahan 2 pasal, apabila dilihat dari jumlah pasal pada Undang -Undang Dasar 1945 adalah berjumlah 37 pasal, akan tetapi setelah diamandemen jumlah pasalnya melebihi 37 pasal, yaitu menjadi 39 pasal hal ini terjadi karena ada pasal-pasal yang diamandemen ulang seperti pasal 6 A ayat 4, pasal 23 C.
1.2 Batasan masalah
a. Dinamika pelaksanaan UUD 1945
b. 

1.3 Tujuan Penulisan
a.       Sebagai tugas dalam mata kuliah Pancasila
b.      Agar kita mengetahui pelaksanaan, perubahan dan bagaimana ketetapan UUD 1945 sampai sekarang.




1
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Memahami dinamika pelaksanaan UUD 1945
Setelah ditetapkan oleh PPKI  tanggal 18 Agustus 1945, dalam pelaksanaannya, Undang-Undang Dasar 1945 mengalami masa berlaku dalam dua kurun waktu yaitu :
  1.    Kurun pertama sejak tanggal 18 Agustus 1945 sampai dengan tanggal 27 Desember 1949.
  2.    Kurun waktu kedua sejak tanggal 5 Juli 1959 (Dekrit Presiden) sampai sekarang dan ini       terbagi lagi menjadi ketiga masa yaitu : Orde Lama, Orde Baru dan masa Reformasi.
Sedangkan antara akhir tahun 1949 sampai dengan tahun 1959 berlaku Konstitusi RIS dan UUDS 1945. Dalam kurun waktu pertama tersebut sistem pemerintahan negara menurut UUD 1945 belum dapat berjalan sebagaimana mestinya, karena pada masa tersebut seluruh potensi bangsa dan negara sedang tercurahkan kepada upaya untuk membela dan mempertahankan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dimana kondisi pemerintah sedang diwarnai gejolak politik dan keamanan. Gejolak tersebut diantaranya terjadi pemberontakan dimana- mana, dan terjadi agresi Belanda kedua.
Pada pelaksanaan UUD 1945 kurun waktu diatas mengenai kelembagaan negara seperti yang
Sejarah kewirausahaan menunjukkan bahwa Wirausahawan mempunyai karakteristik umum serta berasal dari kelas yang sama. Para pemula revolusi industri Inggris berasal dari kelas menengah dan menengah bawah. Dalam sejarah Amerika pada akhir abad ke sembilan belas, Heillbroner mengemukakan bahwa rata-rata Wirausahawan adalah anak dari orang tua yang mempunyai kondisi keuangan yang memadai, tidak miskin dan tidak kaya. Schumpeter menulis bahwa Wirausahawan tidak membentuk suatu kelas sosial tetapi berada dari semua kelas. Manajemen Kewirausahaan. Sosok kewirausahaan yang ideal dituntut mempunyai nilai-nilai kearah kualitas manusia yang semapan mungkin, dalam artian sangat memperhatikan struktur prioritas kewirausahaan yang terdiri dari empat lapisan. nah untuk lebih jelas makalah Manajemen Kewirausahaan silakan anda baca di bawah ini.

BAB I PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Dalam kewirausahaan, kekayaan menjadi relatif sifatnya. Ia hanya merupakan produk bawaan (by-product) dari sebuah usaha yang berorientasi dari sebuah prestasi. Prestasi kerja manusia yang ingin mengaktualisasikan diri dalam suatu kehidupan mandiri. Ada pengusaha yang sudah amat sukses dan kaya, tapi tidak pernah menampilkan diri sebagai orang yang hidup mewah, dan ada juga orang yang sebenarnya belum bisa dikatakan kaya, namun berpenampilan begitu glamor dengan pakaian dan perhiasan yang amat mencolok. Maka soal kekayaan akhirnya terpulang pada masing-masing individu. Keadaan kaya miskin, sukses gagal, naik dan jatuh merupakan keadaan yang bisa terjadi kapan saja dalam kehidupan seorang pengusaha, tidak peduli betapapun piawainya ia. Ilmu kewirausahaan hanya menggariskan bahwa seorang Wirausahawan yang baik adalah sosok pengusaha yang tidak sombong pada saat jaya, dan tidak berputus asa saat jatuh. Tidak ada satu suku katapun dari kata “Wirausaha” yang menunjukkan arti kearah pengejaran uang dan harta benda, tidak pula kata wirausaha itu menunjuk pada salah satu strata, kasta, tingkatan sosial, golongan ataupun kelompok elite tertentu. Di Indonesia, di penghujung abad ke 20 ini kewirausahaan boleh dikata baru saja diterima oleh masyarakat sebagai salah satu alternatif dalam meniti karier dan penghidupan. Seperti diketahui, umumnya rakyat Indonesia mempunyai latar belakang pekerja pertanian yang baik. Dengan hidup dialam penjajahan hampir 3,5 abad lamanya, nyaris tidak ada figur panutan dalam dunia kewirausahaan. Yang ada hanya pola pemikiran feodalisme, priyayiisme, serta elitisme yang satu diantaranya sekian banyak ciri-cirinya adalah mengagungkan status sosial sebagai pegawai, terutama pegawai negeri (kontras dengan status leluhur yang petani). Pada era orde baru, pemerintah sadar bahwa untuk memajukan bangsa dan negara, peran serta masyarakat swasta harus dilibatkan secara serius. Oleh sebab itu keWirausahaan mulai dikampanyekan, dengan berbagai penekanan bahwa lowongan kerja tidak akan mampu menampung jumlah angkatan kerja yang dari tahun ke tahun semakin membengkak. Lebih jauh para pengusaha kecil dibina dengan harapan bisa berkembang menjadi tonggak tumpuan ekonomi di masa datang. Pengusaha besar diberi kemudahan, karena merekalah kini pemain-pemain utama yang mendukung tugas pemerintah di sektor ekonomi.

Tinggalkan Komentar Anda Terimakasih

Kumpulan Background Warna Merah

Kumpulan Background Warna Merah