Sunday, January 13, 2019

Metode penelitian manajemen pelayanan kesehatan


Nama             : Nina Julita
NPM               : 175130029P
Mata Kuliah : Metode penelitian manajemen pelayanan kesehatan
Dosen              : Dwi Yulia Maritasari, SKM, M.KM

1.      Identifikasi masalah kesehatan
JUDUL
Gambaran tingkat pendidikan dan tingkat pengetahuan ibu usia 45-60 tahun tentang perubahan fisik saat menopause Di wilayah kerja puskesmas margototo kecamatan
Metro kibang Tahun 2016

IDENTIFIKASI MASALAH
Setiap wanita akan mengalami menopause dalam siklus kehidupannya. Perubahan yang mencolok dalam masa menopause terlihat pada perubahan fisik dan perubahan psikis. Sehubungan dengan perubahan fisik saat menopause, terjadi pergeseran pula pada kehidupan psikis pribadi yang bersangkutan yang mengakibatkan terjadinya krisis, dan munculnya anggapan: merasa cemas, takut, lekas marah, mudah tersinggung, sulit konsentrasi, gugup, merasa tidak berguna, stress dan bahkan ada yang mengalami depresi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat pendidikan dan tingkat pengetahun ibu usia 45-60 tahun tentang perubahan fisik saat menopause.

Sumber Data
1.      Depkes RI, 2000
2.      Depkes RI, 2013
3.      Profil Puskesmas Margototo
4.      Data posyandu lansia di wilayah kerja puskesmas margototo kecamatan Metro kibang Tahun 2016

1.      Latar Belakang
Menurut Dwi yang dikuti oleh Lubis (2003) menopause merupakan suatu proses peralihan dari masa produktif menuju perlahan-lahan ke masa non-produktif yang disebabkan berkurangnya hormone estrogen dan progesterone. Dengan terjadinya menopause pada wanita, biasanya diikuti dengan bebagai gejolak meliputi aspek fisik maupun psikologis yang juga mempengaruhi berbagai aspek kehidupan dari wanita tersebut (lubis, 2003).
Berat ringan stres yang dialami wanita sangat dipengaruhi oleh bagaimana penilaiannya terhadap menopause. Bagaimana seseorang dapat menilai masa menopause yang terjadi pada dirinya dipengaruhi oleh pengetahuan dan pendidikan kesehatan yang diterima (Prasetyawati, 2012). Untuk menghadapi/mengatasi perubahan dan gejolak jiwa saat datangnya masa klimakterium, menopause sampai dengan senium, yang terutama adalah adanya pengetahuan dan kesadaran tetang kehadiran menopause maupun pengetahuan tentang KRL (Kesehatan Reproduksi Lansia) pada umumnya. Dengan pengetahuan yang cukup tetang KRL maka secara dini dapat diantisipasi secara benar (BKKBN, 2012).
Sindrom pramenopause dialami oleh banyak wanita hampir di seluruh dunia. Sekitar 70-80% wanita Eropa, 60% di Amerika, 57% di Malaysia, 18% di Cinadan 10% di Jepang dan Indonesia mengalami sindrom menopause. Wanita Indonesia yang memasuki masa menopause pada tahun 2002 sebanyak 7,4% dari populasi. Terkait dengan peran wanita itu sendiri, hasil penelitian menunjukkan bahwa sindrom premenopause dialami oleh wanita yang mengalami premenopause, yaitu perubahan-perubahan baik fisik maupun psikologis yang labil (Proverawati, 2010).
Berdasarkan data yang diperoleh dari WHO, pada tahun 2000, total populasi wanita yang mengalami menopause di seluruh dunia mencapai 645 juta orang, tahun 2010 mencapai 894 juta orang dan diperkirakan pada tahun 2030 akan mencapai 1,2 milyar orang. Sedang berdasarkan  Depkes RI hingga saat ini wanita Indonesia yang memasuki masa menopause sebanyak 7,4% dari populasi. Jumlah tersebut meningkat menjadi 11% pada tahun 2005, kemudian naik lagi sebesar 14% pada tahun 2015. Meningkatnya jumlah tersebut, akibat bertambahnya populasi penduduk usia lanjut dan tingginya usia harapan hidup bersama dengan membaiknya derajat kesehatan masyarakat (Depkes RI, 2000).
Jumlah porposi penduduk perempuan di Indonesia yang berusia di atas 50 tahun dan diperkirakan memasuki usia menopause dari tahun ke tahun juga mengalami peningkatan yang sangat signifisikan. Berdasarkan sensus penduduk tahun 2013 jumlah perempuan berusia 50 tahun baru mencapai 15,5 juta orang atau 7,6% dari total penduduk, sedangkan tahun 2020 jumlahnya diperkirakan meningkat menjadi 30,0 juta atau 11,5% dari total penduduk (Depkes RI, 2013)
Berdasarkan data pencatatan klompok usia lanjut di puskesmas tahun 2015 di wilayah kerja Puskesmas Margototo yang terdiri dari 7 desa terdapat 68 jiwa ibu usia lanjut yang terbagi di masing-masing desa yaitu Desa Margototo 10 orang, Desa Kibang 12orang, Desa Margajaya 8 orang, Desa Purbosembodo 11 orang, Desa Sumber Agung 9 orang, Desa Margasari 9 orang, dan Desa Jaya Asri 9 orang.
Dari hasil pra survey pada tanggal 17 Januari 2016 di Desa Margajaya kepada 8 ibu usia lanjut dengan membagikan kuesioner yang berisi 27 butir soal didapatkan hasil ibu dengan tingkat pengetahuan cukup sebanyak 1 orang dan 7 ibu dengan tingkat pengetahuan kurang, dari data tersebut peneliti tertarik untuk melakukan penelitain dengan judul “Gambaran Tingkat Pendidikan dan Tingkat Pengetahaun  Ibu Usia Lanjut Tentang Perubahan Fisik Saat Menopause di Posyandu Lansia Wilayah Kerja Puskesmas Margototo Kecamatan Metro Kibang”.

5.      Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah:
1.      Tujuan Umum
Untuk mengetahui bagaimana gambaran tingkat pendidikan dan tingkat pengetahuan ibu usia lanjut tentang perubahan fisik saat menopause di Posyand Lansua Wilayah Kerja Puskesmas Margototo Kecamaatan Metro Kibang Tahun 2016.

2.               Tujuan Khusus
1.      Mengetahui distribusi frekuensi tingkat pendidikan ibu usia lanjut tentang perubahan
fisik saat menopause di Posyandu Lansia Wilayah Kerja Puskesmas Margototo Kecamatan Metro Kibang tahun 2016.
2.      Mengetahui distribusi frekuensi tingkat pengetahuan ibu usia lanjut tentang perubahan fisik saat menopause di Posyandu Lansia Wilayah Kerja Puskesmas Margototo Kecamatan Metro Kibang tahun 2016.

2.         Jurnal

No
Nama
Judul
Metode penelitian
Populasi/sampel/informasi
Variable
Hasil penelitian
1.
Dewi Hermawati
HUBUNGAN KARAKTERISTIK WANITA PREMENOPAUSE DENGAN TINGKAT KECEMASAN DALAM MENGHADAPI MENOPAUSE DI BANDA ACEH
deskriptif korelasi
Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Kriteria sampel penelitian ini adalah: 1) Wanita yang belum menopause, 2) Berada di Gampong Lambaro Skep, dan 3) Tidak mempunyai penyakit berat pada sistem (kardiovaskuler, respiratori, gastrointestinal). Sampel dalam penelitian ini dihitung dengan menggunakan rumus Slovin (Notoadmodjo, 2005). Berdasarkan rumus tersebut didapatkan sampel sebanyak 63 responden
variabel independen dan variable dependen
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang tealah diuraikan, didapatkan kesimpulan penelitian berupa: tidak ada hubungan antara umur dan status perkawainan wanita premenopause dengan tingkat kecemasan dalam menghadapi menopause di Gampong Lambaro Skep Kecamatan Kuta Alam Banda Aceh Tahun 2010 dengan p-value 0,145 dan 1,000. Terdapat hubungan antara pendidikan dengan tingkat kecemasan dalam menghadapi menopause di Gampong Lambaro Skep Kecamatan Kuta Alam Banda Aceh Tahun 2010 dengan p-value 0,021. Terdapat hubungan antara pekerjaan dengan tingkat kecemasan dalam menghadapi menopause di Gampong Lambaro Skep Kecamatan Kuta Alam Banda Aceh Tahun 2010 dengan p-value 0,0047. Terdapat hubungan antara pendapatan pendapatan wanita premenopause dengan tingkat kecemasan dalam menghadapi menopause di Gampong Lambaro Skep Kecamatan Kuta Alam Banda Aceh Tahun 2010 dengan nilai p- value 0,018. Kepada profesi keperawatan agar lebih meningkatkan pelayanan di maternitas dengan meningkatkan upaya pemberian informasi kepada kepada para wanita yang akan memasuki usia menjelang premenopause mengenai perubahan yang terjadi, sehingga terciptanya kondisi fisik dan psikologis yang sehat dan penerimaan masa menopause yang lebuh baik. Berbagai metoda edukasi dapat di gunakan untuk menambah pengetahuan tentang menopause baik dari media elektronik maupun media cetak sehingga dapat menjalani kehidupan di saat menopause dengan lebih baik.
2
SUSANTI NURPATMININGSIH
HUBUNGAN ANTARA KESIAPAN MENOPAUSE DENGAN KECEMASAN MENGHADAPI MENOPAUSE PADA IBU PKK DI DESA GENTAN KECAMATAN BENDOSARI KABUPATEN SUKOHARJO
Jenis penelitian  kuantitatif. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan studi korelasi. Rancangan dalam penelitian ini menggunakan rancangan cross-sectional yaitu penelitian yang dilakukan pada saat bersamaan (Hidayat, 2014).
Populasi dalam penelitian ini adalah perempuan usia 40 – 50 tahun yang akan memasuki masa menopause di Desa Gentan, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo. Jumlah populasi sebesar 117 orang yang ada di Desa Gentan. Sampel penelitian sebanyak 54 responden dengan teknik simple random sampling.

1. Kesiapan pra menopause pada ibu PKK di Desa Gentan, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo sebagian besar adalah siap. 2. Kecemasan menghadapi menopause pada ibu PKK di Desa Gentan, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo sebagian besar adalah kecemasan ringan. 3. Terdapat hubungan Kesiapan pra menopause dengan kecemasan menghadapi menopause pada ibu PKK di Desa Gentan, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo
3
Oedojo Soedirham1), Muji Sulistyowati2), Shrimarti R. Devy3)
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEREMPUAN DALAM MENGHADAPI MENOPAUSE
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan ditambah dengan penggalian data secara kualitatif secara indepth interview, untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi adaptasi perempuan dalam menghadapi menopause dengan rancangan crosssectional.
Populasi penelitian adalah perempuan berusia 35 tahun sampai dengan 65 tahun yang tinggal di daerah menengah Kota Surabaya. Sampel diambil secara purposive sampling, yaitu sesuai dengan tujuan penelitian dengan kriteria sampel: 1) perempuan berusia 35 s.d. 65 tahun dengan tujuan untuk menjaring populasi karena sudah lama menopause, 2) tinggal di lokasi penelitian, 3) bersedia sebagai subyek penelitian. Jumlah total responden untuk penelitian ini 40 orang. Data yang dikumpulkan meliputi data primer dan data sekunder. Data primer meliputi data tentang pengetahuan, sikap, faktor sosial (pendidikan dan ekonomi), serta faktor budaya (cultural beliefs, norma masyarakat) yang akan diambil dengan kuesioner dan panduan indepth-interview. Sedangkan data sekunder merupakan catatan-catatan yang ada pada organisasi kemasyarakatan dan pemerintahan. Analisis data kuantitatif dilakukan dengan statistik deskriptif, sedangkan data kualitatif dianalisis dengan menggunakan content analysis.
variabel independen dan variable dependen
Tingkat pengetahuan perempuan terhadap menopause dalam penelitian ini cukup menggembirakan yaitu sebanyak 31 responden (77,50%) dalam kategori sedang dan baik.
Hubungan faktor sosial (pendidikan, ekonomi) terhadap perempuan dalam menghadapi menopause dalam penelitian ini bisa dikatakan conclusive.
Hampir semua responden (35 orang; 87,5%) mengatakan bahwa tidak ada norma khusus bagi wanita dengan menopause.
4.
Sasrawita
HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP TENTANG MENOPAUSE DENGAN KESIAPAN MENGHADAPI MENOPAUSE DI PUSKESMAS PEKANBARU
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitianini menggunakan metode penelitiananalitik kuantitatif dengan rancangan penelitian cross sectional.
Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Payung Sekaki Kota Pekanbaru pada bulan Februari-Mei tahun 2016. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Ibu Pra Menopause yang berkunjung di Puskesmas Payung Sekaki sebanyak 8.234 orang dan sampel berjumlah 100 responden dengan teknik pengambilan sampel secara accidental sampling dengan menggunakan kuesioner. Data di analisa menggunakan uji chi square
variabel independen dan variable dependen
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan di Puskesmas Pekanbaru dapat diambil kesimpulan sekaligus menjawab tujuan umum dan khusus sebagai berikut : terdapat 37 orang (37,0%) responden yang memiliki pendidikan SD, dan mayoritas responden yang tidak bekerja sebanyak 88 orang (88,0%), lebih dari separuh yaitu 53 orang (53%) orang responden memiliki pengetahuan kurang tentang menopause, lebih dari separuh yaitu 60 orang (60,0%) responden memiliki sikap negatif tentang menopause, adanya hubungan yang signifikan antara hubungan pengetahuan tentang menopause dengan kesiapan menghadapi menopause di Puskesmas Pekanbaru dengan p value sebesar 0,011, adanya hubungan yang signifikan antara hubungan sikap tentang menopause dengan kesiapan menghadapi menopause di Puskesmas Pekanbaru tahun 2016 dengan p value sebesar 0,047.
5
Indah Yuliana Wulandari, Sitti Nur Djannah , Isti Ken Utami
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG MENOPAUSE DENGAN DUKUNGAN SOSIAL SUAMI SAAT ISTRI MENGHADAPI MENOPAUSE DI DESA SOMAGEDE KECAMATAN SOMAGEDE BANYUMAS
Penelitian ini merupakan penelitian Observational Analitik Cross Sectional dengan rancangan cross setional.
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kepala keluarga yang ada di Desa Somagede Kecamatan Somagede Banyumas yang istrinya berusia antara 45-50 tahun.
variabel independen dan variable dependen
1)      Tingkat Pengetahuan Tentang Menopause Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa mayoritas tingkat pengetahuan responden tentang menopause termasuk dalam kategori cukup yaitu 54,3%. Salah satu faktor yang mempengaruhi pengetahuan seseorang adalah pengalaman dan tingkat pendidikan.
2)      Dukungan sosial suami saat istri menghadapi menopause Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa mayoritas dukungan sosial responden saat istri menghadapi menopause termasuk dalam kategori sedang yaitu berjumlah 54,3%.
3)      Hubungan Tingkat Pengetahuan Tentang Menopause dengan Dukungan Sosial Suami Saat Istri Menghadapi Menopause Berdasarkan analisis bivariat hubungan antara tingkat pengetahuan dengan dukungan sosial suami saat istri menghadapi menopause didapatkan hasil bahwa ada hubungan yang positif antara tingkat pengetahuan dengan dukungan sosial suami saat istri menghadapi menopause di Desa Somagede Kecamatan Somagede Banyumas. Hal ini ditunjukkan dengan nilai koefisien korelasi (R) sebesar 0,523 dan secara statistik bermakna dilihat dari nilai signifikan (Sig) adalah 0,000 lebih kecil dari nilai alpha (0,05).

6.
Mira Trisyani Koeryaman,
DAN Ermiati
ADAPTASI GEJALA PERIMENOPAUSE DAN PEMENUHAN KEBUTUHAN SEKSUAL WANITA USIA 50-60 TAHUN
Metode penelitian menggunakan deskriptif kuantitatif,
Sampel penelitian yang ditentukan berjumlah 246 responden, yang dibagi kedalam dua kelompok pengumpulan data penelitian, yaitu 74 orang sebagai kelompok aktivitas seksual aktif untuk dinilai pemenuhan kebutuhan seksualnya sedangkan 172 wanita sebagai kelompok aktivitas seksual tidak aktif dinilai terhadap adaptasi terhadap gejala perimenopause.
variabel independen dan variable dependen
Hasil penelitian menunjukan sebagian besar wanita tidak terpenuhi pada aspek kebutuhan seksualnya, meliputi aspek gairah/minat seksual (82,43%), perangsangan arousal (66,21%), orgasme (75,67%) serta 56,75% mengalami disparenia. Data lainnya menunjukan bahwa sebagian besar para wanita usia 50-60 tahun dalam penanganan gejala perimenopause dalam kategori kurang baik, meliputi pengaturan nutrisi (58,14%), pengaturan aktivitas olahraga (65,69%), pengaturan aktivitas seksual (52,32%), pengaturan stress dan emosi (65,69%), pengaturan istirahat (50,58%), pengaturan pencarian informasi dan pelayanan kesehatan (58,72%).
7
Galih Meilaningtyas 201410104461
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG MENOPAUSE DENGAN KECEMASAN WANITA MENJELANG MENOPAUSE DI DESA BOWAN DELANGGU KLATEN
Metode penelitian deskripsif koleratif
Sampel pada penelitian ini menggunakan total sampling. Analisis data menggunakan tehnik Kendal tau.
variabel independen dan variable dependen
Ada hubungan antara tingkat pengetahuan tentang menopause dengan kecemasan wanita menjelang menopause di Desa Bowan Delanggu Klaten. Hal ini dibuktikan dengan hasil uji Kendall Tau diperoleh nilai X2 hitung sebesar - 0.310 dan signifikan pada 0.001 (p-value < 0.05). Dimana semakin tinggi pengetahuan ibu tentang menopause maka semakin rendah kecemasan wanita menjelang menopause.
8
Lianita Laksmi Handayani
HUBUNGAN PERUBAHAN FISIK DENGAN KECEMASAN PADA WANITA MENOPAUSE DI DUSUN GATAK BOKOHARJO PRAMBANAN SLEMAN YOGYAKARTA
Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode survey analitik. Pendekatan yang dilakukan pada penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional.
Populasi pada penelitian ini adalah wanita menopause yang rutin datang keposyandu Gatak dengan usia 49-59 tahun, yang sehat dan memiliki suami yaitu sebanyak 31 orang. Teknik pengambilan sample dalam penelitian ini adalah Total Sampling karena populasi yang ada kurang dari 100, sampel penelitian ini adalah seluruh wanita menopause yang rutin datang keposyandu Gatak dengan usia 49-59 tahun, yang sehat dan memiliki suami yaitu sebanyak 31 orang.
variabel independen dan variable dependen
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan mengenai “hubungan perubahan fisik dengan kecemasan pada wanita menopause di Dusun Gatak Bokoharjo Prambanan Sleman Yogyakarta”, dapat disimpulkan sebagai berikut : 1. Perubahan Fisik yang dialami wanita menopause di Dusun Gatak Bokoharjo Prambanan Sleman Tahun 2015 sebanyak 18 responden (58,1%) mengalami perubahan Fisik dengan tingkatan sedang. 2. Kecemasan yang dialami wanita menopause di Dusun Gatak Bokoharjo Prambanan Sleman Tahun 2015 sebanyak 19 responden (61,3%) mengalami kecemasan berat. 3. Ada hubungan antara perubahan fisik dengan kecemasan menopause di Dusun Gatak Bokoharjo Prambanan Sleman Tahun 2015. Hasil nilai korelasi antara perubahan fisik dan kecemasan sebesar 0,552 dengan nilai p value sebesar 0,000. Taraf kesalahan yang digunakan 5% atau 0,05. Dengan demikian Ho ditolak dan Ha diterima yang berarti ada hubungan antara perubahan fisik menopause dengan kecemasan. Berdasarkan hasil korelasi 0,552 berarti keeratan hubungan penelitian ini sangat kuat.
9.
HENY SEPDUWIANA
Usia Menopaouse pada Wanita di Wilayah Kerja Puskesmas Rambah Kabupaten Rokan Hulu
Penelitian bersifat kuantitatif Analitik dengan menggunakan jenis desain Analitik Cross Sectional Study.
Populasi pada penelitian ini adalah 326 orang, dengan sampel 120 orang yang diambil secara systematic random sampling. Analisis data dilakukan dengan uji Anova, uji T ,uji korelasi product moment dan uji regresi linier ganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rerata usia menopause 47,6 ± 2,8 tahun, hasil analisis multivariat menunjukkan usia menopause = 39 + 3,1 pemakaian kontrasepsi+ 0,2 usia melahirkan anak terakhir+ 0,1 konsumsi kacang-kacangan-0,3menarche.
variabel independen dan variable dependen
Kesimpulan dalam penelitian ini adalah variabel yang paling besar pengaruhnya terhadap usia menopause adalah pemakaian kontrasepsi, konsumsi kacang-kacangan, status gizi, usia melsahirkan anak terakhir dan menarchedengan R²= 0,6. Strategi untukmemperlambat menopause pada wanita adalah mengatur jarak kelahiran dengan menggunakan kontrasepsi hormonal, mempertahankan status gizi, memperbany
10.
Tri Sugeng Hariadi, M. Fidel Ganis Siregar, Hanudse Hartono, Makmur Sitepu, M. Rhiza Z. Tala, Cut Adeya Adella
Kadar estradiol serum pada wanita menopause dengan dan tanpa sindroma vasomotor di RSUP H Adam Malik dan RS Jejaring Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara Medan
penelitian analitik dengan metode cross sectional
melibatkan total sampel sebanyak 60 orang dengan kasus Sindroma Vasomotor sebanyak 34 orang dan non sindroma vasomotor sebanyak 26 orang. Setiap kelompok dilakukan pemeriksaan serum estradiol. Analisa statistik dengan uji Anova dan korelasi Spearman, p
variabel independen dan variable dependen
Hasil : Nilai mean rank kadar estradiol serum kelompok penelitian non sindroma vasomotor lebih tinggi daripada mean rank kelompok penelitian sindroma vasomotor (17.5 vs 47.5 pg/mL). Rerata kadar estradiol wanita menopause dengan sindroma vasomotor derajat ringan, sedang, dan berat berturut-turut adalah 25.80 ± 2.34 pg/ml; 15,58 ± 2,64 pg/ml; 11.80 pg/ml (p

3.       Daftar Pustaka




No comments:

Tinggalkan Komentar Anda Terimakasih

Kumpulan Background Warna Merah

Kumpulan Background Warna Merah