Sunday, March 10, 2019

Kumpulan Background Warna Merah

Kumpulan Background Warna Merah










Dinamika pelaksanaan undang-undang dasar 1945

 

MAKALAH KELOMPOK

PANCASILA

Dinamika pelaksanaan undang-undang dasar 1945

(Sebagai salah satu tugas untuk memenuhi syarat untuk menyelesaikan studi pancasila)

 

 

Disusun oleh :

NO
NAMA
NPM
TARAF
1


1.
2


2.
3


3.
4


4.
5


5.

 

Prodi : Ekonomi islam

Kelas : B

Semester    : I (satu)

 

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI JURAI SIWO METRO

PRODI EKONOMI SYARIAH

TAHUN 2011

 

 

KATA PENGANTAR
 

Puju syukur kehadirat Allah SWT, penyusun dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini. Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas matakuliah Pancasila, yang diampu oleh Ibu Susi yulianti,MH
Dalam penyusunan makalah ini, tidak sedikit hambatan yang penyusun hadapi, namun dengan semangat dan dibantu oleh rekan-rekan akhirnya penyusunan makalah ini dapat terselesaikan juga. Tak lupa juga pada kesempatan yang baik ini penyusun ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dan ikut berpartisipasi dalam pembuatan makalah ini baik berupa moral, material, maupun spiritual.
Demi kesempurnaan makalah ini penyusun menerima kritik dan saran yang membangun, supaya makalah ini jadi yang lebih baik lagi.Semoga makalah ini bermanfaat bagi penyusun khususnya dan dapat memberikan manfaat bagi pembaca umumnya.


    Metro,  September 2011



                Penyusun

 

 

 

i

DAFTAR ISI

 

DINAMIKA PELAKSANAAN  UUD 1945

KATA PENGANTAR…………………………………………………………………...i

DAFTAR PUSTAKA ……………………………………………………………………ii

BAB I  PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang ……………………………………………………………...1

  1.2  Batasan Masalah …………………………………………………………….1

1.3  Tujuan Penulisan …………………………………………………………....1

BAB II PEMBAHASAN

2.1  Memahami dinamika pelaksanaan UUD 1945 …………………………….2

2.2  



 

 

 

 

 

 

 

ii

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang

Dalam perkembangan dunia dan ilmu pengetahuan dan teknologi memasuki abad 21, hukum di Indonesia mengalami perubahan yang mendasar, hal ini adanya perubahan   terhadap  Undang-Undang Dasar 1945, perubahan  (amandemen) dimaksud sampai empat kali, yang dimulai pada tanggal 19 Oktober 1999 mengamandemen 2 pasal, amandemen kedua pada tanggal 18 Agustus 2000 sejumlah 10 pasal, sedangkan amandemen ketiga pada tanggal 10 November 2001 sejumlah 10 pasal, dan amandemen keempat pada tanggal 10 Agustus 2002 sejumlah 10 pasal serta 3 pasal Aturan Peralihan dan Aturan Tambahan 2 pasal, apabila dilihat dari jumlah pasal pada Undang -Undang Dasar 1945 adalah berjumlah 37 pasal, akan tetapi setelah diamandemen jumlah pasalnya melebihi 37 pasal, yaitu menjadi 39 pasal hal ini terjadi karena ada pasal-pasal yang diamandemen ulang seperti pasal 6 A ayat 4, pasal 23 C.
1.2 Batasan masalah
a. Dinamika pelaksanaan UUD 1945
b. 

1.3 Tujuan Penulisan
a.       Sebagai tugas dalam mata kuliah Pancasila
b.      Agar kita mengetahui pelaksanaan, perubahan dan bagaimana ketetapan UUD 1945 sampai sekarang.




1
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Memahami dinamika pelaksanaan UUD 1945
Setelah ditetapkan oleh PPKI  tanggal 18 Agustus 1945, dalam pelaksanaannya, Undang-Undang Dasar 1945 mengalami masa berlaku dalam dua kurun waktu yaitu :
  1.    Kurun pertama sejak tanggal 18 Agustus 1945 sampai dengan tanggal 27 Desember 1949.
  2.    Kurun waktu kedua sejak tanggal 5 Juli 1959 (Dekrit Presiden) sampai sekarang dan ini       terbagi lagi menjadi ketiga masa yaitu : Orde Lama, Orde Baru dan masa Reformasi.
Sedangkan antara akhir tahun 1949 sampai dengan tahun 1959 berlaku Konstitusi RIS dan UUDS 1945. Dalam kurun waktu pertama tersebut sistem pemerintahan negara menurut UUD 1945 belum dapat berjalan sebagaimana mestinya, karena pada masa tersebut seluruh potensi bangsa dan negara sedang tercurahkan kepada upaya untuk membela dan mempertahankan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dimana kondisi pemerintah sedang diwarnai gejolak politik dan keamanan. Gejolak tersebut diantaranya terjadi pemberontakan dimana- mana, dan terjadi agresi Belanda kedua.
Pada pelaksanaan UUD 1945 kurun waktu diatas mengenai kelembagaan negara seperti yang
Sejarah kewirausahaan menunjukkan bahwa Wirausahawan mempunyai karakteristik umum serta berasal dari kelas yang sama. Para pemula revolusi industri Inggris berasal dari kelas menengah dan menengah bawah. Dalam sejarah Amerika pada akhir abad ke sembilan belas, Heillbroner mengemukakan bahwa rata-rata Wirausahawan adalah anak dari orang tua yang mempunyai kondisi keuangan yang memadai, tidak miskin dan tidak kaya. Schumpeter menulis bahwa Wirausahawan tidak membentuk suatu kelas sosial tetapi berada dari semua kelas. Manajemen Kewirausahaan. Sosok kewirausahaan yang ideal dituntut mempunyai nilai-nilai kearah kualitas manusia yang semapan mungkin, dalam artian sangat memperhatikan struktur prioritas kewirausahaan yang terdiri dari empat lapisan. nah untuk lebih jelas makalah Manajemen Kewirausahaan silakan anda baca di bawah ini.

BAB I PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Dalam kewirausahaan, kekayaan menjadi relatif sifatnya. Ia hanya merupakan produk bawaan (by-product) dari sebuah usaha yang berorientasi dari sebuah prestasi. Prestasi kerja manusia yang ingin mengaktualisasikan diri dalam suatu kehidupan mandiri. Ada pengusaha yang sudah amat sukses dan kaya, tapi tidak pernah menampilkan diri sebagai orang yang hidup mewah, dan ada juga orang yang sebenarnya belum bisa dikatakan kaya, namun berpenampilan begitu glamor dengan pakaian dan perhiasan yang amat mencolok. Maka soal kekayaan akhirnya terpulang pada masing-masing individu. Keadaan kaya miskin, sukses gagal, naik dan jatuh merupakan keadaan yang bisa terjadi kapan saja dalam kehidupan seorang pengusaha, tidak peduli betapapun piawainya ia. Ilmu kewirausahaan hanya menggariskan bahwa seorang Wirausahawan yang baik adalah sosok pengusaha yang tidak sombong pada saat jaya, dan tidak berputus asa saat jatuh. Tidak ada satu suku katapun dari kata “Wirausaha” yang menunjukkan arti kearah pengejaran uang dan harta benda, tidak pula kata wirausaha itu menunjuk pada salah satu strata, kasta, tingkatan sosial, golongan ataupun kelompok elite tertentu. Di Indonesia, di penghujung abad ke 20 ini kewirausahaan boleh dikata baru saja diterima oleh masyarakat sebagai salah satu alternatif dalam meniti karier dan penghidupan. Seperti diketahui, umumnya rakyat Indonesia mempunyai latar belakang pekerja pertanian yang baik. Dengan hidup dialam penjajahan hampir 3,5 abad lamanya, nyaris tidak ada figur panutan dalam dunia kewirausahaan. Yang ada hanya pola pemikiran feodalisme, priyayiisme, serta elitisme yang satu diantaranya sekian banyak ciri-cirinya adalah mengagungkan status sosial sebagai pegawai, terutama pegawai negeri (kontras dengan status leluhur yang petani). Pada era orde baru, pemerintah sadar bahwa untuk memajukan bangsa dan negara, peran serta masyarakat swasta harus dilibatkan secara serius. Oleh sebab itu keWirausahaan mulai dikampanyekan, dengan berbagai penekanan bahwa lowongan kerja tidak akan mampu menampung jumlah angkatan kerja yang dari tahun ke tahun semakin membengkak. Lebih jauh para pengusaha kecil dibina dengan harapan bisa berkembang menjadi tonggak tumpuan ekonomi di masa datang. Pengusaha besar diberi kemudahan, karena merekalah kini pemain-pemain utama yang mendukung tugas pemerintah di sektor ekonomi.

pengertian 5W + 1H


the meaning of dai 5w + 1H is? a) Who (who) It is a question that will contain facts relating to each person that is directly or indirectly related to the incident. Here it will be seen, names that are included in the scope of the news that are sometimes discussed. b) What It is a question that will answer what happened and will encourage journalists to gather facts related to the things done by the perpetrators and victims in the event. c) Why (why) Will answer the background or cause of the event. Although it's rare, why can it be used to open a news story or become a news lead. d) Where
PEMAHAMAN JIHAD DI ZAMAN MODERN
Oleh : Nina Julita

Judul : Membangun Paradigma Jihad Kontekstual
Penulis : Imam Mustofa, SHI., MSI
Tahun Terbit   : Sabtu, 23 januari 2010
Penerbit :  Radar Lampung

Banyak orang yang mengartikan jihad identik dengan sebuah perjuangan di medan perang baik perjuangan mempertahankan diri, tanah kelahiran, tempat tinggal, harta dan sebagainya, dan dapat juga diartikan pembelaan atas sebuah keyakinan dan membela sebuah kebenaran yang diyakini untuk memerangi suatu keburukan.
Jihad yang di artikan demikian, konsekuensinya hanya ada dua yang pertama meraih kemenangan atas mempertahankan diri yang berarti bebas dari ancaman musuh, kedua mati syahid yakni mati yang di harapkan setelah mati mendapatkan tempat yang tebaik di surga dan mati syahid lah yang diharapkan oleh kebanyak mujahid. Namun sesungguhnya pengertian jihad menurut Alquran tidak terbatas pada masalah perang (qital) namun lebih dari itu adalah jihad dalam semua aspek kehidupan.
Dapat disimpulkan pengertian jihad menurut Alquran ialah, sudah saatnya kita membangun sebuah konsep (paradigma) jihad kontekstual yang sesuai diterapkan pada masa ini. Sehingga jihad tidak lagi difahami secara sempit sebagai bentuk pengorbanan dengan rela mati asal dalam keadaan jihad. Karena pemahaman seperti ini justru tidak sesuai dengan ajaran luhur Islam. Bukan kah tidak ada paksaan (ikroh) dalam beragama, semua manusia bebas meyakini dan menjalankan ajaran agamanya selama tidak mengganggu kenyamanan orang lain. Bukan kah Islam menghendaki adanya hubungan yang saling menguntungkan antara sesama manusia tanpa memandang suku, ras dan agama. Dengan demikian maka kebaikan sosial akan tercermin dalam kehidupan masyarakat.
Para mujahid yang melakukan suatu peperangan dan yang di harapkan adalah mati syahid maka sesungguhnya ia sangat egois, para mujahid hanya mementingkan diri sendiri agar ia mendapatkan tempat tebaik disurga tanpa memperhatikan pihak lain yang dirugikan. Dan bila jihad yang di artikan demikian akan menimbulakan pemahaman dan hal-hal yang negatif di masyarakat.
Pemahaman jihad sebagai suatu jalan mencari mati (diantaranya dengan bom bunuh diri) demi mendapatkan surga pemahaman seperti itu masih di pegang sebagian masyarakat. Pemahaman demikian yang akhirnya menimbulakan aksi bom bunuh diri di tempat-tempat vital atau tempat-tempat yang sering terdapat suatu kemaksiatan. Sedangkan bom bunuh diri yang diniatkan untuk jihad, secara syariah terdapat beberapa persyaratan yang diantaranya adalah bom bunuh diri yang di lakukan di daerah perang.” Dalam menulisan tersebut persyaratan jihad yang hanya satu itu mungkin akan kurang di pahami oleh para pembaca, mungkin dapat ditambah lagi beberapa persyaratan berjihad yang lebih baik”.

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar  Belakang
Alam semesta merupakan suatu ruang atau tempat bagi manusia, tumbuh-tumbuhan, hewan, dan benda-benda. Langit sebagai atapnya dan bumi sebagainya lantainya. Jadi, alam semesta atau jagat raya adalah satu ruang yang maha besar, terdapat kehidupan yang biotik dan abiotik.
Manusia sebagai makhluk yang terdiri atas berbagai macam pola dan bentuk tetapi diantara makhluk tersebut. Tuhan menciptakan bermacam-macam makhluk tetapi yang paling istimewa dan sempurna yang membedakan manusia dengan makhluk lainnya adalah akal, agar manusia dapat membedakan baik atau buruknya sesuatu.
Alam semesta adalah fana. Ada penciptaan, proses dari ketiadaan menjadi ada, dan akhirnya hancur. Di antaranya ada penciptaan manusia dan makhluk hidup lainnya. Di sana berlangsung pula ribuan, bahkan jutaan proses fisika, kimia, biologi dan proses-proses lain yang tak diketahui.
Ukuran bumi hanyalah sebesar debu jika dibandingkan dengan ukuran alam semesta yang sangat luas inin. Mungkin kamu terkejut, tapi memang itu kenyataannya, planet, bumi hanyalah sebutir debu jika dibandingkan dengan luas seluruh alam semesta.

               Gagasan yang umum di abad 19 adalah bahwa alam semesta merupakan kumpulan materi berukuran tak hingga yang telah ada sejak dulu kala dan akan terus ada selamanya. Selain meletakkan dasar berpijak bagi paham materialis, pandangan ini menolak keberadaan sang Pencipta dan menyatakan bahwa alam semesta tidak berawal dan tidak berakhir.
Materialisme adalah sistem pemikiran yang meyakini materi sebagai satu-satunya keberadaan yang mutlak dan menolak keberadaan apapun selain materi. Berakar pada kebudayaan Yunani Kuno, dan mendapat penerimaan yang meluas di abad 19, sistem berpikir ini menjadi terkenal dalam bentuk paham Materialisme dialektika Karl Marx.

B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana terbentuknya alam semesta ?
2. Menjelaskan tentang hal yang berkaitan dengan terbentuknya alam semesta !
3. Menjelaskan tentang teori  terbentuknya alam semesta !
4. Menjelaskan tentang proses terciptanya alam semesta menurut Al-Qur’an !

BAB II
PEMBAHASAN
A. Terbentuknya Alam Semesta
1. Teori Ledakan Besar ( Big- Bang Thoery )
Teoti Big Bang yaitu teori yang bias diterima secara ilmiah sekarang untuk menjelaskan asal mula terbentuknya alam semesta. Dengan dasar teori Big Bang itu, para ahli sekarang berhasil merekap ulang pembentukan alam semesta dari waktu ke waktu. Dimulai dari
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar  Belakang
Kita telah belajar banyak mengenai sejarah islam, yang tentunya telah mengisahkan perjalanan perkembangan agama islam yang turun naik, pasang surut gelombang kemajuan dan kemunduran islam. Kini umat islam tengah memikirkan kembali  bagaimana cara memajukan dirinya. Pembaharuan terjadi hampir diseluruh negara islam, terutama Negara-negara yang pernah dijajah oleh kekuatan barat, seperti Turki, India, Mesir. Pembaharuan tersebut hingga sekarang masih terus berlanjut untuk mencapai tujuannya yang diinginkan. Dan hasilnya telah dipublikasikan baik dalam bentuk artikel, buku, dakwah maupun dengan lisan. Dari keadaan demikian itu, muncullah suatu bidang studi pembaharuan dalam islam dan untuk mengkaji  berbagai upaya pembaharuan berikut pemikiran, tokoh-tokoh, strategi dan keberhasilannya.
Dalam garis besarnya sejarah islam dapat di bagi ke dalam tiga periode besar,yaitu periode klasik (650-1250),periode pertengahan (1250-1800),dan periode modern (1800 M sampai dengan sekarang).

B. Rumusan Masalah

1. Apa pengertian pembaruan islam ?
2. Apa saja model penelitian pemikiran modern dalam islam ?










BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Pembaruan Islam

Di sebagian umat Islam tradisional hingga saat ini tampak ada perasaan masih belum mau menerima apa yang dimaksud dengan pembaharuan islam. Hal ini disebabkan karena mereka memandang bahwa pembaharuan Islam adalah membuang ajaran Islam yang lama diganti dengan ajaran Islam baru, padahal ajaran Islam yang laam itu berdasarkan pada hasil ijtihad para ulama besar yang dalam ilmunya, taat beribadah dan unggul kepribadiaannya. Sedangkan ulama yang ada sekarang adalah kebalikannya.Persepsi demikian hingga kini tampak dipegang terus oleh umat Islam tradisional, tanpa mau melakukan dialog atau diskusi dengan para tokoh pembaharu dalam Islam, sehingga muncullah istilah kaum modernis dan kaum tradisionalis.

Pembaharuan Islam sebenarnya bukan sebagimana yang dipersepsikan oleh sementara kaum tradisioanlis di atas. Pembaharuan Islam  adalah upaya-upaya untuk menyesuaikan paham keagamaan Islam dengan perkembangan baru yang ditimbulkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi modern. Selain itu pembaharuan Islam dapat pula berarti mengubah keadaan umat agar mengikuti ajaran yang terdapat didalam Al-Qur’an dan Al-Sunnah.

Selain itu pembaharuan dalam Islam dapat pula berarti mengubah keadaan umat agar mengikuti ajaran yang terdapat di dalam Al-Qur’an dan Al-Sunnah. Hal ini perlu dilakukan, karena terjadi kesenjangan antara yang dikehendaki al_qur’an dengan kenyataan yang terjadi di masyarakat. Al-Qur’an misalnya mendorong umatnya agar menguasai pengetahuan agama dan ilmu pengetahuan modern serta teknologi secara seimbang, hidup bersatu, rukun dan damai sebagai suatu keluarga besar. Dengan demikian, maka pembaharuan Islam mengandung maksud mengembalikan sikap dan pandangan hidup umat agar sejalan dengan petunjuk Al-Qur’an dan Al-Sunnah.



B. Model Penelitian Pemikiran Modern Dalam Islam
Telah banyak hasil penelitian yang di lakukan para ahli yang mengambil tema di sekitar pemikiran modern dalam islam. Di antaranya hasil penelitian yang di lakukan oleh Deliar Noer, dan H.A.R. Gibb.

1. Model penelitian Deliar Noer
Salah satu buku yang memuat hasil penelitian tentang pemikiran modern dalam islam yang di lakukan oleh Deliar Noer berjudul Gerakan Modern Islam Di Indonesia 1900-1942. Dari judulnya terlihat bahwa penelitian tersebur bersifat deskriptif analitis, penelitian tersebut antara lain memuat latar belakang pemikiran, permasalahan yang ingin di pecahkan, metode dan pendekatan serta analisis yang di gunakan .

Pemikiran yang melatar belakangi penelitian tersebut adalah adanya asumsi bahwa perkembangan yang terjadi pada akhir periode 1900-1942 merupakan tahun pergantian penguasa di Indonesia dari tangan Belanda ke tangan Jepang. Tetapi pemikiran, gerakan dan perkembangan yang umumnya yang bersangkutan dengan gerakan modern islam di negeri kita ini tidak berhenti dengan pergantian ini. Malah, lebih lagi dari pada di masa permulaan ia tumbuh, gerakan modern islam itu masih terus berlanjut, bukan saja pada masa Jepang, melainkan juga sesudah kita merdeka, hingga saat ini. Hal yang demikian perlu di lakukan mengingat pemikiran pembaruan ini mumgkin masih tetap relevan untuk di gunakan pada masa-masa setelah kemerdekaan.

Deliar Noer mengatakan betapa perkembangan masa merdeka banyak relevansinya dengan perkembangan pemikiran periode sebelumnya yaitu pertama, soal khilafiyah. Kedua, sifat fragmentasi kepartaian. Ketiga, kepemimpinan yang bersifat pribadi. Keempat, perbedaan dan pertentangan paham. Kelima, hubungan dengan pemerintah.

Untuk mendapatkan bahan-bahan yang di perlukan untuk penelitian tersebut Deliar Noer menggunakan bahan-bahan yang terdapat dalam berbagai litelatir baik yang di tulis dalam bahasa Indonesia maupun yang di tulis dalam bahasa asing sepertin inggris dan Belanda. Dengan pendekatan hitoris di hasilan pembahasan menurut urutan peristiwa secara kronologis dan dapat di buktikan keberadaanya dalam sejarahm dan dengan pendekatan sosiologis di hasilkan deskripsi yang menjelaskan bergagai peristiwa yang antara satu bagian dengan bagian lainnya saling berkaitan.

Melalui metode dan pendekatan tersebut di hasilkan informasi yang komprehensif mengenai asal-usul dan pertumbuhan gerakan modern islam dalam bidang pendidikan, social dan politik. Asal-usul dan petumbuhan gerakan modern islam dalam bidang politik meliputi sarekat islam, partai-partai islam,reaksi Belanda, reaksi kalangan teradisi dan kalangan kebangsaan, reasi kalangan tradisi dan reaksi kalangan nasionalis yang netral agama.

Mengenai perkembangan dan sifat gerakan moderrn islam di Indonesia, Deliar Noer menyimpukan bahwa sifat dan kecenderungan gerakan ini di bentuk oleh Pemimpin Organisasi serta lingkungan tempat organisasi itu bergerak. Selanjutnya,dalam kesimpualn itu Deliar Noer menyebukan adanya golongan tradisional dan golongan pembaharu. Sementara itu, golongan pembaharu lebih memberi perhatian pada sifat islam pada umumnya.

Kesimpulan berikunya Deliar Noer mengungkapkan tentang kepemimpinan dalam gerakan pembaruan. Sehingga terdapat dualisme dalam kepemimpinan gerakan ini.Menurutnya, hal ini menumbuhkan kesulitan dalam memilih kepemimpinan masyarakat islam di Indonesia; apalagi pada saat kesatuan dan persatuan masyrakat tersebut telah tercapai- umpamanya- pada masa Indonesia merdeka. Sehingga timbul masalah pilihan, kapada siapa kepemimpinan itu di serahkan.

Berdasarkan uraian di atas, terlihat jelas bahwa Deliar NOer telah memberikan model penelitian yang memenuhi persyaratan sebagai penelitian sejarah, yang dalam hal ini sejarah gerakan moderrn islam di Indonesia tahun 1900-1942, dengan kesimpulan yang secara akademis dapat di pertanggungjawabkan validitasnya. Penelitian tersebut walaupun tidak secara eksplisit mengemukakan latar belakang pemikiran, permasalahann tujuan, metode dan pendekatan setra kerangka analisis yang di gunakan dalam penelitian, namun secara keseluruhan berbagai aspek yang seharusnya ada dalam sebuah penelitian telah tertampung dalam penelitian yang di lakukan Deliar Noer.
s
2. Model Penelitian H.A.R. Gibb

Penelitian Gibb tentang gerakan modern dalam islam kelihatannya bertolak dari tesisnya yang mengatakan bahwa islam adalah suatu agama yang hidup dan vital yang menyampaikan dakwah kepada hati,pikiran, dan perasaan dari berpuluh-puluh,malah berarus –ratus miliun manusia, memberikan kepadanya suatu pedoman supaya hidup jujur, sungguh-sungguh dan taqwa.

Untuk membuktikan tesisnya itu H.A.R Gibb melakukan penelaahan terhadap-doktrin doktrin ajaran isalam sebagai mana yang terdapat dalam Al-Qur’an dan Al-Sunnah, dan bukan dari sumber-sumber yang sudah tidak sejalan dengan doktrin tersebut. Dengan demikian, peneitian yang mencoba mendeskripsikan secara mendalam suatu objek dengan menggunakan data-data yang terdapat dalam kajian pustaka, sedangkan pendekatan yang digunakannya bersifat filosofis historis. Yaitu suatu penelitian yang tekanannya ditujukan untuk mengemukakan nilai-nilai universal dan mendasar dari suatu ajaran atau objek yang diteliti, serta didukung oleh data-data historis yang dipercaya.

Dari penelitian itu, Gibb mengemukakan tentang dasar-dasar alam pikiran isalam, ketenggangan dalam islam, dasar-dasar moderisme, agama kaum modern. Hukum dan masyarakat serta islam di dunia. Terlihat bahwa model penelitian gerakan modern dalam islam yang di lakukan Gibb bersifat penelitian kepustakaan yaitu penelitian yang sepenuhnya menggunakan bahan-bahan yang terdapat dalam sumber-sumber tertulis, khususnya buku buku nyang dihasilkan para penulis sebelumnya. Pendektan yang digunakan dalam penelitiannya itu adalah pendekatan filosofis historis, yaiu penelitian yang menekankan pada upaya untuk menarik nilai-nilai universal yang di dasarkan pada informasi yang terdapat dalam kitab suci dan di dukung oleh kebenaran sejarah.

Makalah : MANAJEMEN PEMASARAN

BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Pemasaran.
Pemasaran adalah suatu proses sosial manajerial di mana individu dan kelompok mendapatkan kebutuhan dan keinginan mereka dengan menciptakan, menawarkan dan bertukar sesuatu yang bernilai satu sama lain. Definisi ini berdasarkan pada konsep inti, yaitu : kebutuhan, keinginan dan permintaan; pasar, pemasaran dan pemasar.
Tujuan Pemasaran adalah mengenal dan. Idealnya pemasaran menyebabkan pelanggan siap membeli sehingga yang harus di fikirkan selanjutnya adalah bagaimana membuat produk tersebut tersedia.
Pengertian pemasaran oleh beberapa ahli diartikan menjadi :
1. William J Stanton, menyatakan bahwa : Pemasaran adalah keseluruhan intern yang berhubungan dengan kegiatan-kegiatan usaha yang bertujuan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang akan memuaskan kebutuhan pembeli baik pembeli yang ada maupun pembeli yang potensial.
2. Philip dan Duncan : Pemasaran meliputi semua langkah yang digunakan atau diperlukan untuk menempatkan barang-barang berwujud kepada konsumen.
3. American Marketing Association : Pemasaran meliputi pelaksanaan kegiatan usaha niaga yang diarahkan pada arus aliran barang dan jasa dari produsen kepada konsumen.
Fungsi utama mengapa kegiatan pemasaran dilakukan :
1. Untuk memberikan informasi tentang produk yang dijual perusahaan.
2. Untuk mempengaruhi keputusan membeli konsumen.
B. Kegiatan Utama pemasaran
Kegiatan utama pemasaran atau juga disebut marketing mix adalah suatu perangkat perusahaan yang terdiri dari 4, dengan tujuan untuk menentukan tingkat keberhasilan pemasaran perusahaan yang bisa memberikan kepuasan dalam pemenuhan kebutuhan konsumen yang dipilih atau segmen pasar yang di harapkan.
C. Bauran Pemasaran
Kotler (2000) mendefinisikan bahwa “bauran pemasaran adalah kelompok kiat pemasaran yang digunakan perusahaan untuk mencapai sasaran pemasarannya dalam pasar sasaran“. Sedangkan Jerome Mc-Carthy dalam Fandy Tjiptono (2004) merumuskan bauran pemasaran menjadi 4 P (Product, Price, Promotion dan Place).
1. 
Product (Produk).
Merupakan bentuk penawaran organisasi jasa yang ditujukan untuk mencapai tujuan melalui pemuasan kebutuhan dan keinginan pelanggan. Produk disini bisa berupa apa saja (baik yang berwujud fisik maupun tidak) yang dapat ditawarkan kepada pelanggan potensial untuk.memenuhi kebutuhan dan keinginan tertentu. Produk merupakan semua yang ditawarkan ke pasar untuk diperhatikan, diperoleh dan digunakan atau dikonsumsi untuk dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan yang berupa fisik, jasa, orang, organisasi dan ide.
Produk merupakan hasil dari kegiatan produksi perusahaan yang nantinya akan di jual perusahaan atau barang yang dibeli perusahaan untuk dijual kembali kepada konsumen akhir (bagi perusahaan dagang). Dalam membahas apa itu produk sebagai salah satu dari keempat variable marketing mix maka kita bagi menjadi 3 bagian :
a. Pemilihan barang/produk
Kebijaksanaan perusahaan dalam memilih produk yang akan dijual atau produk yang akan dibeli (bagi perusahaan dagang) amat berpengaruh pada penentuan harga, strategi, promosi, yang akan dilakukan agar berhasil dalam melaksanakan fungsi penjualan dari bidang pemasaran. Pemilihan barang atau produk yang tepat untuk dipasarkan atau sesuai dengan perilaku pembeli ataupun daya beli konsumen akan menguntungkan perusahaan sehingga hasil kegiatan perusahaan yang dicapai akan dapat mempertahankan atau ditingkatkan demi kelangsungan hidup perusahaan.
Yang penting disini adalah bagaimana cara mengantisipasi masalah-masalah yang mungkin dihadapi perusahaan karena terjadi proses tahapan siklus kehidupan barang. Siklus kehidupan barang ini akan selalu terjadi di mana pada suatu saat kalau produk tersebut sudah mencapai tahap kejenuhan akan mengalami penurunan penjualan yang berarti juga terjadi turunnya tingkat pendapatan perusahaan. Oleh karena itu sebelum perusahaan terlambat dalam mengatasi perjalanan produk dalam siklus kehidupan produk maka tindakan yang harus dilakukan adalah strategi apa yang akan dilakukan atau kebijaksanaan apa yang akan dilakukan agar sebelum produk tersebut sudah tidak laku lagi perusahaan sudah menyiapkan produk baru,sebagai pengganti atau strategi baru.

Pengertian Probabilitas

Pengertian Probabilitas

PROBABILITAS
Untuk membantu pemahaman konsep dasar probabilitas terlebih dahulu harus memahami analisis kombinatorial yaitu analisis bilangan faktorial, permutasi dan kombinasi.
 1.     Bilangan Faktorial
Bila n bilangan bulat positif, maka bilangan faktorial ditulis dengan n! dan didefinisikan sebagai :
                  n! = n(n-1)(n-2)……3.2.1
                  0! = 1  dan  1! = 1
 2.     Permutasi
Susunan yang dibentuk dari anggota-anggota suatu himpunan dengan mengambil seluruh atau sebagian anggota himpunan dan memberi arti pada urutan anggota dari masing-masing susunan tersebut disebut permutasi  yang biasanya ditulis dengan lambang huruf P.
Bila himpunan itu terdiri atas n anggota dan diambil sebanyak r, tentu saja r lebih kecil atau sama dengan n, maka banyaknya susunan yang dapat dibuat dengan permutasi tersebut adalah :
       
Bebarapa jenis permutasi
a.     Permutasi Melingkar/Keliling
Permutasi melingkar adalah suatu permutasi yang dibuat dengan menyusun anggota-anggota suatu himpunan secara melingkar. Dua permutasi melingkar dianggap sama bila didapatkan dua himpunan permutasi yang sama dengan cara beranjak dari suatu anggota tertentu dan bergerak searah jarum jam. Banyaknya permutasi yang disusun secara melingkar adalah  (n-1) !
 b.     Permutasi dari sebagian anggota yang sama jenisnya
Bila suatu himpunan terdiri dari n anggota, maka ada kemungkinan sebagian anggotanya ada yang mempunyai jenis yang sama. Misalnya jenis 1 terdiri atas n1 yang sama, jenis 2 terdiri atas n2 yang sama, jenis 3 terdiri atas n3 yang sama dan jenis k terdiri atas nk yang sama, maka banyaknya permutasi yang dapat dibuat adalah : 
3.     Kombinasi
Susunan-susunan yang dibentuk dari anggota-anggota suatu himpunan dengan mengambil seluruh atau sebagian dari anggota himpunan itu tanpa memberi arti pada urutan anggota dari masing-masing susunan tersebut disebut kombinasi  yang ditulis dengan lambang C.
Bila himpunan itu terdiri atas n anggota dan diambil sebanyak r, tentu saja r lebih kecil atau sama dengan n, maka banyaknya susunan yang dapat dibuat dengan cara kombinasi adalah :
Kombinasi ditulis juga dengan cara : C(n,r) atau Cn,r 

DASAR PROBABILITAS
Banyak kejadian sehari-hari yang sulit diketahui dengan pasti, terutama kejadian-kejadian yang akan datang atau sesuatu yang belum terjadi, misalnya :
a.      Apakah nanti malam akan datang hujan ?
b.      Apakah tahun depan harga minyak mentah akan naik ?
c.      Apakah operasi jantung yang akan dilakukan tim dokter besok pagi akan berhasil ?
Begitu juga dalam percobaan statistika, sulit diprediksi hasil-hasil yang akan muncul, misalnya
a.      Pada pelemparan sebuah uang logam, apakah akan muncul, muka atau belakang.
b.      Pada pelemparan sebuah dadu, apakah akan muncul muka 1, 2, 3, 4, 5 atau 6.
Meskipun kejadian-kejadian tersebut tidak pasti tetapi dengan melihat fakta-fakta yang ada sebelumnya maka suatu peristiwa atau kejadian dapat diprediksi dengan suatu derajat atau tingkat kepastian tertentu.
Sebagai contoh yang paling sederhana misalnya cuaca langit mendung dan semakin gelap maka itu menjadi tanda-tanda bahwa hujan akan segera turun, sebaliknya jika cuaca cerah maka tidak akan diprediksikan bahwa akan terjadi hujan. Meskipun dalam kenyataannya bisa saja terjadi suatu kejadian yang sebaliknya, namun tentunya dengan derajat kepastian…..

Tinggalkan Komentar Anda Terimakasih

Kumpulan Background Warna Merah

Kumpulan Background Warna Merah